Mahasiswi yang Tewas Mengenaskan dalam Kondisi Hamil di Parepare Ternyata Sempat Lakukan Aborsi

Selamat datang CikguShop di Portal Ini!

Parepair – Sulawesi Selatan, Sulawesi Selatan (Sulsali) Kasus meninggalnya siswi berinisial NA yang meninggal karena aborsi kini terungkap. Mahasiswi berusia 21 tahun itu meninggal saat hendak melahirkan di bidan. Mahasiswi yang Tewas Mengenaskan dalam Kondisi Hamil di Parepare Ternyata Sempat Lakukan Aborsi

Kasat Reskrim Polri Iptu Setiawan mengatakan, sebelum meninggal, korban sempat mengunjungi bidan bernama AM (67). Setelah korban jatuh sakit di asrama, ia mendatangi bidan sebanyak empat kali untuk menggugurkan anaknya.

Korban sebelumnya pernah ke rumah AM Dukun untuk melakukan aborsi karena di asrama juga sakit, kata Iptu Setiawan saat dikonfirmasi, Senin, 11 September 2023.

Ia awalnya menyatakan NA mengunjungi Dukun Sesepuh (Lance) pada 19 Juli 2023. Kemudian datang pada tanggal 20 Juli, lalu tanggal 22 Juli, dan terakhir lagi pada tanggal 25 Juli 2023. Dia mengunjungi dukun sebanyak 4 kali. Dirjen Dikti:Tak Boleh Ada Mahasiswa Tidak Bisa Kuliah di PTN-BH karena Alasan Ekonomi

Jadi, mulai tanggal 19 Juli, korban pertama kali ke dukun, ujarnya. Kemudian dia pergi ke rumah dukun untuk keempat kalinya pada tanggal 25 Juli.

Sebelum melaporkan kematian korban, Setiawan mengungkapkan sempat mengeluh sakit usai mengunjungi dukun. Oleh karena itu, ia meminta temannya untuk datang ke kamar tidurnya di Desa Lapde, Kota Parepre, Kecamatan Ujung, dan segera membawanya ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, korban semakin menderita hingga hamil dan akhirnya meninggal.

Korban meminta temannya untuk membawanya ke rumah sakit karena kesakitan setelah mengunjungi dukun, kata Setiawan. Sesampainya di rumah sakit, korban sudah tidak tahan lagi dan akhirnya meninggal saat hamil. hilang.” dikatakan.

Setiawan mengaku sudah menerima laporan kasus aborsi tersebut dan memeriksanya. Kini, polisi resor piknik telah menetapkan Dukun AM sebagai tersangka. AM diketahui sebagai tersangka karena melakukan aborsi terhadap korbannya.

Katanya, “Kasusnya sudah ditangkap dan tersangkanya sudah AM. “Dia menjadi tersangka karena melakukan aborsi terhadap korban.”

Kini, kata Setiawan, AM telah menjadi tersangka pidana dengan Pasal 348 Ayat 1 dan 2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Satu-satunya pertanyaan adalah AM ditangkap bukan karena kesehatannya.

“Tersangka kriminal Dukun kami tahan karena usia tersangka sudah tidak bisa berjalan lagi, sudah berkeluarga,” ujarnya.

Setiawan mengatakan, untuk pacar korban, pihaknya juga sudah melakukan penyelidikan. Alhasil, sang pacar tak terkonfirmasi. Bahkan, pacarnya saat itu mengaku menikah dengannya dan menjadi NA. Bertanggung jawab atas kehamilan. Namun NA disinyalir bersikeras menggugurkan anak tersebut akibat hubungan terlarang mereka.

“Kami juga sudah memeriksa pacar korban yang bersedia bertanggung jawab atas larangan pernikahan dan aborsi, namun korban tetap tidak menghiraukan larangan pacar tersebut,” imbuhnya.

Setiawan juga mengaku sejauh ini pihaknya belum menemukan bukti bahwa pacar korban memaksanya melakukan aborsi. Oleh karena itu, kemungkinan keterlibatan kekasih korban dalam memaksa korban melakukan aborsi tidak terbukti. Mahasiswi yang Tewas Mengenaskan dalam Kondisi Hamil di Parepare Ternyata Sempat Lakukan Aborsi

Ia menambahkan, “Kami sudah cek tidak ada unsur paksaan dari pihak lain. Pacar korban menunjukkan bukti sedang berbicara dengan korban. Dalam perbincangan tersebut, sang pacar menyatakan siap bertanggung jawab.

Sebelumnya ada keributan di Perlengkapan dengan laporan kematian tragis seorang siswi. Sepeninggal seorang mahasiswa kampus di Paris, pihak keluarga mencurigai kematian korban.

Keluarga korban disebut curiga karena ditemukan benda aneh berupa wajah berwarna biru di kematian korban. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, korban NA meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya dan saudara laki-lakinya meninggal saat sedang hamil. Baca artikel edukasi menarik lainnya di tautan ini. Sepasang suami istri diduga melakukan aborsi anak di Gorontalo. Warga memergoki pasangan tersebut hendak menguburkan bayi tersebut. CikguShop 20 Mei