Instrumen Investasi yang Harus Kalian Ketahui 

Instrumen Investasi yang Harus Kalian KetahuiInstrumen investasi adalah jenis investasi yang bisa Anda coba jika ingin berinvestasi. Dengan berinvestasi selain uang akan bertambah, kita juga bisa menghemat uang kita di masa depan lho.

Nah, apa saja instrumen investasi tersebut, yuk simak!

1. Emas (Emas Batangan)

Investasi ini sudah ada sejak zaman dahulu lho. Bagi Anda yang ingin menginvestasikan uangnya pada logam mulia ini, Anda bisa memulainya dari potongan kecil terlebih dahulu kemudian menjadi besar atau bertahap sesuai dengan keuangan yang Anda miliki. Biasanya orang memilih investasi ini karena harga emas dunia yang relatif naik, namun bisa juga turun dan menjadi resiko dari investasi ini.

Jika Anda tertarik dan berniat untuk berinvestasi di logam mulia ini, Anda bisa mengeceknya di berbagai website pertambangan atau antam. Jenis investasi ini juga tergolong capital gain, yaitu mendapatkan keuntungan di awal.

2. Deposito

Deposito merupakan salah satu jenis investasi yaitu dengan meminjamkan uang yang kita miliki kepada bank dengan kesepakatan bahwa bank akan mengembalikannya dalam jangka waktu tertentu, misalnya 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun. Uang yang sudah dipinjamkan ini sebenarnya tidak bisa diambil di luar waktu yang ditentukan, jika diambil maka akan dikenakan denda.

Investasi ini tergolong jangka pendek. Anda juga akan mendapatkan bunga deposito mulai dari 5,5% – 6,5% tergantung kebijakan Bank. Untuk jenis investasi ini, jika ingin berinvestasi di atas 7,5 juta akan dikenakan pajak. Salah satu keuntungan dari investasi ini adalah minim risiko meski ekonomi lesu dan tetap mendapatkan suku bunga yang telah ditentukan. Jika Anda ingin menginvestasikan uang Anda di deposito ini, Anda harus mencari bank yang terkenal dan jangan tergiur dengan penawaran bunga tinggi!

3. Reksa Dana

Jenis investasi ini diterbitkan oleh Manajer Investasi atau biasa disebut dengan MI. Sistem reksa dana ini adalah reksa dana bersama. MI ini akan mengumpulkan uang dari berbagai investor yang nantinya akan digunakan untuk mengisi reksa dana dengan berbagai instrumen investasi seperti saham, surat utang, deposito dan lain-lain.

Masing-masing reksa dana ini memiliki nilai aset/satuan penyertaan atau biasa disebut NAB atau UP yang satuannya rupiah, sehingga ini menjadi tolak ukur ketika ingin berinvestasi di reksa dana. NAB atau UP ini bisa naik turun yang bisa menjadi resiko dalam berinvestasi di reksa dana.

4. Instrumen Utang (Obligasi)

Obligasi ini diterbitkan oleh pihak yang membutuhkan uang. Biasanya obligasi ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu obligasi korporasi (corporate) dan obligasi pemerintah (Sun). Misalnya, dalam sistem obligasi ini, pemerintah membutuhkan 5 triliun untuk membangun jalan tol, sehingga pemerintah akan menerbitkan surat utang melalui Bursa Efek Indonesia.

Pemerintah kemudian akan memberikan bunga, misalnya 8% setahun dan dalam waktu 6 tahun utang akan dilunasi. Nah, selama 6 tahun tersebut investor bisa menjual surat utang yang sudah dibelinya kepada orang lain. Jangan khawatir, investor awal masih akan mendapatkan bunga 8%.

Obligasi ini diklasifikasikan sebagai keuntungan dan hasil modal. Hasil adalah keuntungan bertahap yang bertentangan dengan keuntungan modal. Meski investasi ini sebenarnya mahal, Anda harus merogoh kocek ratusan juta miliaran tapi jangan khawatir, karena pemerintah menerbitkan surat utang dengan setoran awal minimal 5 juta. 

5. Saham

Cara berinvestasi saham ini dimulai dengan mendaftarkan diri Anda sebagai nasabah di perusahaan sekuritas yang sudah ada. Setelah mendaftar, Anda biasanya melakukan setoran awal yang kisarannya tergantung pada kebijakan perusahaan sekuritas tempat Anda mendaftar sebagai nasabah.

Biasanya mulai dari 500 ribu – jutaan. Setelah menjadi nasabah, perusahaan sekuritas ini akan menyediakan jenis aplikasi yang dapat Anda instal di ponsel, laptop, atau komputer Anda. Proses jual beli saham juga dilakukan melalui internet. 

6. Pinjaman P2P

Peer to Peer Lending adalah  jenis investasi jangka pendek yang menjanjikan  keuntungan yang tinggi di atas 10 persen, bahkan ada beberapa platform P2P lending yang menawarkan return hingga 20 persen.

Investasi jangka pendek ini merupakan platform investasi yang mempertemukan orang-orang yang membutuhkan pinjaman dengan orang-orang yang ingin meminjamkan dana. Biasanya perusahaan startup yang bergerak di bidang financial technology sering menjalankan bisnis P2P lending. Keunggulan dari instrumen investasi ini adalah dana yang dipinjam dapat diproses dengan cepat dan persyaratan yang tidak terlalu rumit.

Demikian pembahasan mengenai instrumen investasi, semoga artikel ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.