Beras Premium Langka, Bulog Bantah SPHP Ikut Hilang dari Pasaran

Wecome CikguShop di Portal Ini!

CikguShop , Jakarta – Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthy menampik permasalahan kelangkaan beras premium di banyak pengecer modern, khususnya beras Harga Stabil Pasar Dalam Kemasan (SPHP) Bulog. Menurut Bayu, beras premium dari Bulo masih tersedia di berbagai pengecer modern di Indonesia. Beras Premium Langka, Bulog Bantah SPHP Ikut Hilang dari Pasaran

Ia menunjukkan bukti dan foto keberadaan beras SPHP di sejumlah besar pengecer modern di Indonesia. Misalnya Manna Kampus Palagan Yogyakarta, MTA Mart Kabupaten Agam di Sumatera Barat dan Retail Modern di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Bayu mengatakan, foto itu diambil pada Sabtu malam, 10 Februari 2024.

“Sebenarnya ritel modern tidak ada kekurangan seperti foto di atas (foto tadi malam),” kata Bayou kepada Tempo, Minggu, 11 Februari 2024.

Meski demikian, Bayu tak memungkiri ada beberapa pengecer yang kehabisan stok beras premium SPHP. Namun, hal ini bukan disebabkan oleh kurangnya pasokan Grup.

“Beberapa toko eceran agak lambat mengisi kembali berasnya, sehingga volumenya tampaknya sedikit berkurang,” kata Bayu. Gibran Janjikan 5 Juta Green Jobs dari Hilirisasi, Greenpeace: Transisi Energi Palsu

Bayu mengatakan, penundaan tersebut kemungkinan disebabkan libur empat hari yang dimulai pada Kamis, 8 Februari 2024.

“Tidak banyak aktivitas bank yang tidak buka, pedagang yang merayakan di sana, termasuk Imlek,” ujarnya.

Bayu memastikan stok beras premium di pengecer modern akan kembali normal pada Senin, 12 Februari 2024.

Insya Allah Senin depan keadaan kembali normal, kata Bayu.

Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia, Aprindo, mengakui kesulitan yang dialami pengecer dalam memasok beras premium lokal seberat lima kilogram. Roy N. Mundey, Chief Executive Officer, Aprindo mengomentari kasus tersebut.

Keterbatasan pasokan beras disebabkan perkiraan tanggal panen pada pertengahan Maret 2024, kata Roy dalam keterangan resmi, kemarin.

Beras SPHP yang belum dikemas dan didistribusikan oleh perusahaan “Bulog” menyebabkan terjadinya kelangkaan. Harga eceran beras SPHP yang sudah masuk ke pasar eceran modern adalah Rp 10.900 per kg. Jauh lebih rendah dibandingkan harga eceran beras premium reguler yang Rp 13.900 per kg di Pulau Jawa.

Johannes Maharso | AMELIA RAHIMA

Pilihan Editor: 5 Komentar Terakhir Tom Lembong tentang Perekonomian

Eric Tohir mengatakan, sumber daya CBP di Bulog saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri. Baca selengkapnya

Saat ini stok beras Bulog sebanyak 1,2 juta ton, ditambah transit 500.000 ton, serta kuota impor. Baca selengkapnya

Arief mengatakan, batas pembelian beras premium disesuaikan menjadi maksimal 10 kg untuk konsumsi rumah tangga. Baca selengkapnya

Beras di Pasar Beras Induk Cipinang biasanya tersedia dalam kemasan 50 kg. Baca selengkapnya

Kepala Bapanas memastikan pemerintah tidak akan mengubah HET beras premium dalam waktu dekat. Baca selengkapnya Beras Premium Langka, Bulog Bantah SPHP Ikut Hilang dari Pasaran

Kepala Bapanas menampik isu kelangkaan beras karena stok beras pemerintah (CBP) semakin menipis. Konon berasnya banyak di pasaran. Baca selengkapnya

Bos Bapanas ini menepis permasalahan kelangkaan beras di banyak pengecer modern akibat menipisnya stok beras pemerintah (CBP). Baca selengkapnya

Presiden Joko Widodo, sapaan akrab Jokowi, telah memerintahkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) melepas stok beras Bulog ke pasar. Baca selengkapnya

Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthy mengatakan, ketersediaan beras premium di ritel modern sudah mulai normal. Baca selengkapnya

“Suara Kotor” mengungkap politik babi Presiden Jokowi dan menantang bukti kecurangan pemilu yang dimiliki TKN Prabowo-Gibran. Baca selengkapnya